Berharap untuk kesehatan si penderita kanker, menjadi teman.
Donghae menggunakan pengalaman pribadinya untuk meyakinkan Michael, (mengatakan bahwa) “Aku ceritakan padanya mengenai cerita tentang ayahku yang telah tiada. Ayahku juga menderita kanker, dan untuk 3 tahun saat ia menerima pengobatan, ayahku menemukan Tuhan dan menjadi anak Tuhan. Ayahku sekarang masih hidup sehat, jadi kamu harus berdoa, jangan minum (alkohol) dan merokok lagi.” (Tapi) pada kenyataannya, ia mengatakan kebohongan (untuk kebaikan), karena ayahnya sudah meninggal karena kanker.
Ia mengatakan bahwa mata Michael penuh dengan ketakutan, dan (Michael) ada dititik dimana ia tidak punya banyak kekuatan, dan Donghae mengatakan kebohongan itu untuk memberikan Michael harapan, “Aku harap Michael bisa sehat, dan kami dapat menjadi teman yang bisa makan bersama-sama.”
Michael sangat berterimakasih pada Donghae dan Siwon, tapi karena saat itu sudah larut malam, ia berharap bahwa mereka berdua dapat kembali lagi, tapi mereka berdua tetap tinggal bersama dengan Michael, “Siwon dan aku tidak pergi, dan tetap berbincang-bincang dengannya, sampai ia membuang minuman dan rokoknya didepan kami.”
Pertemuan adalah takdir, tidak pergi.
“Pertemuan juga adalah takdir”, Donghae mengatakan, dan kalau saja waktu itu mereka langsung meninggalkan Michael setelah mereka menyapanya, MIchael mungkin akan punya lebih banyak pikiran negatif. Ia juga mengatakan bahwa, “Kami merasa bangga bahwa kami dapat memberikan harapan dan kekuatan pada seseorang. Walaupun kami menjalani kehidupan yang berbeda, jika kita dapat meluangkan waktu untuk kembali dan memberikan bantuan, maka kita akan dapat meneruskan bantuan besar dan kebahagiaan.”
| Source: China Times (via Yahoo Taiwan) English translations by eternalsnow @ SJ-WORLD.NET |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar